Monday, September 27, 2010
when we're apart
but i don't know why did u not go for it
i don't know what's wrong
i don't understand with your mind way
i really need u to understand
what's going on with my feeling
since that day till now on
i apologize if i bother u
it's not easy for me to stay far away from u
Thursday, September 23, 2010
my creation (part 1)
gw lagi iseng,, gag ada kerjaan..jadi ini yg gw lakukan..hehe..
main2 dengan desain gambar.
masih biasa bgt sih hasilnya. tapi gw senang melakukan ini..


yaaa,,walaupun kadang-kadang mentok di ide dan skil..
maklum gw belajarnya otodidak sih,
ga pake tutorial ato buku petunjuk,
maen klik aja di photoshop.
berikut ini hasil keisengan gw yg agak narsis.. (emang narsis sih) hehe..
sementara yg gw tampilin di sini 4 gambar dulu,
tar yg lain nyusul di part 2 yaaa..
how does it feel
but sometimes I feel afraid and worry about this things to do
sometimes my heart said REJECT it
but in the other side my brain said I have no reason to reject it
sometimes I'm happy to do it everyday
for I always learn something new in every single case
but sometimes that things made me so confuse
oh God, please fill me with Thy wisdom
Wednesday, September 22, 2010
Bersyukur (part 1)
Gw nulis blog ini sambil membaca tulisan beberapa teman di situs-situs jejaring sosial. Isinya tentang keluhan kemacetan di ibu kota. Gw jadi mikir, untung gw dinas di luar kota sekarang. Dan gw keinget betapa betenya terjebak di dalam kemacetan lalu lintas itu. Gw ingat dulu waktu ngantor di sana, masuk kantor itu jam 8 pagi, gw harus bangun jam 5 pagi, lalu berangkat jam setengah 6 (ngga boleh telat), dan gw sampe di kantor sekitar jam 8 kurang dikit. Itu pun gw belum pake make up dan soft lens, dan yang pasti belum sarapan juga. Karena ga sempat dirumah, jadi gw biasa melakukannya di kantor. Pulang kantor jam 5 sore (teng!), gw biasanya langsung keluar, ngabsen, trus jalan pulang. Dan gw bisa nyampe di rumah jam 7 malam (itu paling cepat). Klo gw telat dikit keluar kantor, bisa nyampe jam 8 malam lebih di rumah. Itu pun gw harus selalu berebut tempat di angkutan umum (pagi dan sore). Sesampainya di rumah pun gw udah sangat letih untuk melakukan hal lain, jadi gw cuma membersihkan diri seadanya lalu tidur, biar keesokan hari gw bisa bangun dengan segar.
Padahal klo ga macet jarak antara kantor dan rumah bisa ditempuh dalam waktu 20-30 menit saja lho. Gw sempat ngkost di tempat yg tidak begitu jauh dari kantor. Klo lalu lintas lancar, waktu tempuh cukup 5 menit. Tapi klo kena macet bisa sampe 1 jam. Hufffhht..
Lokasi jalan di sekitar kantor gw itu emang rawan macet. Ruas jalannya memang agak kecil (menurut gw) mengingat jalan tersebut dipenuhi gedung-gedung perkantoran yang tingginya mencakar langit. Bukan hanya kantor-kantor milik swasta (yg beberapa di antaranya merupakan kantor pusatnya yg sibuk dan ramai), masih ada pusat hiburan, tempat olahraga, kantor beberapa kementrian ditambah kantor kedutaan besar yang kebanyakan ada di jalan tersebut. Sehingga suka ada pejabat beserta iringan pengawalnya yg lewat. Belum lagi jalur lalu lintasnya terpotong jalur untuk bus TransJakarta. (bisa dibayangkan ???)
Awalnya gw males bgt disuruh dinas ke luar kota begini. Karna gw merasa seperti ‘dibuang’. Tapi akhirnya gw sangat menikmatinya. Gw ga perlu mikirin macet-macetan itu. Gw ga perlu berebut tempat di bus kota. Gw bisa bangun lebih siang (jujur, gw emang pemalas, jadi susah bangun pagi). Jadi gw bisa bangun jam setengah 8 dan tiba di kantor sebelum jam 8 (ga pake telat lho..) Yaa,,klo pun gw bangun pagi, jam 5 juga, waktunya bisa gw pake buat olahraga, membaca atau bersihin kamar. Dan gw bisa dandan dan sarapan di kostan. Trus, jam 5 gw pulang dan jam 5 lebih 5 menit udah nyampe di kostan. Dan kadar stres juga berkurang, karna menurut gw macet itu bikin stres, jadi gw ngerasa lebih fresh untuk kerja.
Selain itu mata gw ngga silau dengan gaya hidup kota besar. Apalagi mengingat lokasi kantor yg di Jakarta itu adalah lokasi yg orang bilang elit, banyak eksekutif muda. Di sini gw kembali menatap kesederhanaan dan kebersahajaan yang meluntur di ibu kota.
Hmmm,,all i want to say is THANK U GOD.
Thursday, September 16, 2010
rain
and i love it
suddenly i miss my childhood time
home, families, friends
....
i love to play under the rain
ran, ran, and ran around
i take a piece of mud with my hand
then i threw it away
just laughed out loud
with siblings and friends
still raining ...
i ran in the middle of rice field
i sang a few songs that express my heart
then i shouted loudly
i know no one would hear it
because it was raining
i feel so free ...
i dreamed and talked about the future
one day at i'll come to the city of rain
and the time goes on ...
finally the time came
i came to the city of rain
it rained almost every day there
i love it anyway ...
i sat in my room
look at the points of rainwater dripping
and wet trees and grass
through the window
inhaling the smell of wet soil
while enjoying hot tea and favorite snacks
accompanied by the calm songs
time passed so fast...
then i left the city of rain
but i want to go back
and enjoy the rain there
it still raining..
and i feel so cold here
inside me...
Wednesday, September 15, 2010
hurt
beberapa hari yg lalu gw liburan. gw jalan2 sama beberapa teman semasa kuliah. menyenangkan rasanya bisa share tentang banyak hal dengan mereka. mendengar berbagai share tentang kehidupan masing-masing setelah bekerja. semuanya punya pergumulan sendiri-sendiri. kita juga mengenang masa-masa kuliah. ternyata masa kuliah emang nyenangin bgt. lalu kita makan-makan, jalan-jalan dan foto-foto.
namun di tengah-tengah itu semua pun ada sesuatu yang selalu melintas di dalam diri gw. ya, tentang dia. rasanya menyakitkan emang klo ngingat dia. bayangin aja, di tengah suasana menyenangkan begitu pun gw masih ngingat dia, apalagi klo sendirian di luar kota begini.
gw jadi keinget pernah dengar ato baca kutipan berikut:
rasanya gw hampir gila gara-gara ini semua. gw harus bertahan untuk tidak menemuinya di tengah serbuan rasa kangen yg teramat sangat. bukan hanya itu, gw juga harus kuat untuk tidak membalas semua pesan singkat yg dikirim ke ponsel gw, berikut tidak mengangkat telpon ketika namanya muncul di ID caller, dan mengabaikannya ketika kami bertemu di dunia maya. aaaarrrrgggghhh.. what a terrible thing!! dan gw merasa sangat bodoh ketika gw berharap agar dia tak perlu menghubungi gw lagi, tapi setiap ponsel gw berbunyi gw berharap itu dari dia. gw harap lo ngga perlu ngerasain semua itu.
semoga gw bisa bertahan. karena gw pikir ini yg terbaik. semua pilihan emang ada konsekuensinya, dan rasanya gw lebih kuat menanggung konsekuensi ini dari pada gw memilih untuk bersamanya dan menanggung sesuatu yg buruk, bahkan mungkin yg terburuk.
stay strong and keep smiling Sonti. God is be with u.
Tuesday, September 14, 2010
jam kehidupan
dan tak seorangpun tau kapan kan berhenti
mungkin hari ini mungkin esok mungkin nanti
cepat atau lambat
tak seorang tau bila waktunya
jam kehidupan diputar sekali
dan tak seorangpun tau kapan 'kan berhenti
sadarilah kawan hidup ini tak berulang
sekarang waktunya yang kau miliki
sekarang waktunya
jangan kau andalkan hari esok, sekaranglah waktunya
kar'na tiap saat mungkin saja, jarum jam itu akan berhenti