Thursday, August 16, 2012

I Love You, Pooh!

Klo lo buka page blog gw ini di PC, maka lo bakal liat ada gambar-gambar Winnie The Pooh di sebelah kanan. Gw emang sengaja milih widget itu untuk menghias blog gw. Alasan gw milih Winnie The Pooh tiada lain dan tiada bukan karna gw emang suka bgt ama karakter kartun keluaran Disney itu.

Gw mulai menggemari Winnie The Pooh sejak gw masih kelas 6 SD, kira-kira itu 15 tahun yang lalu. Awalnya agak lucu. Ceritanya waktu itu ada banyak pedagang boneka yang menjual berbagai jenis boneka di beberapa ruas jalan raya. Adek gw pengen banget punya salah satu boneka itu, tapi dia diam aja, ngga ngomong ke siapa pun soal itu. Sampe akhirnya dia demam. Nyokap gw bingung, kenapa tu anak tiba-tiba sakit sampe berapa hari ngga sembuh-sembuh. Setelah ketauan dia pengen punya boneka, akhirnya ayah gw beliin boneka itu, dan adek gw langsung sembuh. Boneka yang dibeliin itu adalah boneka Winnie The Pooh, boneka yang paling banyak dipajang oleh pedagang-pedagang itu.

Bonekanya cukup gede klo dibanding sama badan gw & adek gw waktu itu. Jadi adek gw jarang banget mainin boneka Winnie The Pooh itu saking gedenya. Malah gw yang jadi senang mainin boneka itu, padahal dari kecil gw lebih suka main boneka Barbie, sedangkan adek gw cenderung suka boneka hewan kayak Teddy Bear. Sejak itulah gw jadi kecanduan sama segala sesuatu yang berbau Winnie The Pooh.

Ada yang bilang karakter Winnie The Pooh itu kayak orang bego. Tapi buat gw Winnie The Pooh itu polos, tulus, apa adanya & setia kawan. Jadi Pooh itu adalah beruang madu yang tinggal di 100 Acre Wood bersama teman-temannya. Teman terdekat Pooh bernama Piglet (si babi pink yang penakut), teman lainnya ada Tiger (harimau lucu yang heboh suka loncat-loncat), Rabbit (kelinci abu-abu yang jadi petani wortel yang rajin dan pintar), Eeyore (keledai ungu yang dungu), Owl (si burung hantu yang baik & bijaksana), Roo (si kanguru kecil yang tak kalah polos) dan ibu Roo. Selain binatang-binatang itu, ada juga seorang anak kecil yang jadi sahabat mereka semua, namanya Christoper Robin.

Sampe sekarang gw masih suka ngumpulin berbagai pernak-pernik Winnie The Pooh yang udah ngga keitung banyaknya & macamnya. Tapi gw ngga pernah beli CD/DVD serialnya. Paling klo ditayangin di tv, gw masih suka nonton serialnya, itu juga klo sempat, walaupun isinya sebenarnya lebih cocok untuk balita, atau maksimal anak kelas 3 SD. Hahahahaha..

Temen-temen gw bilang, sebenernya gw lebih cocok menggemari karakter kartun Tazmanian Devil. Karena lebih sesuai ama karakter gw yang suka teriak-teriak, heboh dan aktif bergerak. Sementara Winnie The Pooh yang kalem, tenang dan polos itu berkebalikan dengan karakter gw. Hehehehe.. Dan sebagian teman gw lagi bilang klo kelakuan gw kayak anak kecil aja suka ngumpul-ngumpulin pernak-pernik kartun.

Klo kata gw, setiap orang kan punya kesukaan masing-masing, selama ngga saling senggol ya biarin ajalah. Kan lain orang lain selera. Soal kekanak-kanakan atau ngga, menurut gw semua orang punya sisi kekanak-kanakan dengan porsi masing-masing dalam menikmatinya. Lagian hidup jangan terlalu dituntut untuk terus-terusan serius, tar jadi cepat tua. Hehehehehe...

Tuesday, August 14, 2012

The Confession of a Shoe-holic




Saya adalah penggila sepatu. Saat ini saya punya 22 pasang sepatu berikut 5 pasang sandal yang tersimpan rapi di dalam kotak masing-masing. Modelnya rata-rata adalah model standar, tapi terdiri dari berbagai jenis, seperti wedges, sandal pesta, flat shoe, high heel, sport shoe, flat sandal, dan sneaker. Semuanya dari bahan dan warna yang berbeda.

Jika saya pergi berbelanja ke mall, maka saya akan lebih senang berputar-putar di dalam toko/counter yang menjual sepatu daripada bagian lainnya. Mungkin saya tidak ingin membeli salah satu dari sepatu-sepatu yang dipajang di sana, tapi hanya melihat-lihat dan mencoba-coba sepatu atau sandal tertentu sudah membuat saya merasa senang. Namun walaupun saya sangat menyukai sepatu, saya sebenarnya sangat selektif ketika akan membeli sepasang sepatu. Saya selalu mempertimbangkan bahan, model, tinggi, warna dan yang pasti harganya.

Mengapa saya sangat menyukai sepatu? Karena saya memiliki bentuk telapak kaki yang tidak begitu bagus. Sebab itulah saya menutupi kekurangan itu dan membuat telapak kaki saya terlihat lebih bagus dengan sepatu-sepatu. Untuk sandal pun, saya memilih sandal model tertentu yang bisa menutupi kekurangan kaki saya itu. Jadi sering kali saya harus gigit jari jika melihat sandal dengan model yang bagus di toko, namun jadi terlihat aneh jika dikenakan di kaki saya. Dan karena itulah saya lebih menyukai sepatu dibanding sandal, sehingga saya lebih banyak menggunakan sepatu daripada sandal ketika beraktivitas.

Ya, begitulah manusia, beda fisik, punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan biasanya manusia memberi perhatian lebih ke bagian fisik yang merupakan kekurangan, agar terlihat indah. Asal saja caranya yang benar dan positif. Intinya, semua yang kita miliki adalah anugerah Sang Pencipta dan itu yang terbaik, tinggal bagaimana cara masing-masing kita untuk mensyukuri & membuatnya indah.

Monday, August 13, 2012

Indonesian Friendship



Tulisan ini terinspirasi dari pemberitaan soal SARA yang cukup ramai di media massa belakangan ini. Jujur saja, saya adalah orang yang tidak suka membahas soal SARA. Manusia memang diciptakan berbeda-beda, dan bagi saya perbedaan itulah yang mengindahkan kehidupan. Saya sendiri hidup dalam lingkungan yang sarat akan perbedaan dengan sekitar saya, jadi secara alami saya selalu belajar untuk menghargai setiap perbedaan yang saya temui. Sejak masih balita saya cenderung berteman dengan mereka yang berbeda dengan saya.

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, saya bersuku Batak Toba. Dulu waktu umur saya belum mencapai lima tahun, saya berteman dekat dengan seorang teman bersuku Jawa, sebenarnya di sekitar rumah saya ada banyak teman lain yang sesuku dan seagama dengan saya, tapi entah kenapa saya senang sekali berteman dengan teman saya yang bernama Joko itu. Ketika masuk SD, saya banyak berteman dengan teman-teman keturunan Cina. Ketika itu saya memang tidak punya banyak pilihan dalam berteman di sekolah dan di rumah, karena hampir semua teman saya, baik di rumah maupun di sekolah adalah keturunan Cina, jadi mau tak mau saya harus menjalin pertemanan dengan mereka. Dan hal ini berlangsung hingga saya lulus dari bangku SLTP. Masuk ke bangku SMU, saya banyak menemui teman sesuku dan seagama dengan saya, tapi lagi-lagi entah kenapa, saya lebih akrab dengan mereka yang berbeda suku dan agamanya dengan saya. Dan sangat saya sukai dari hubungan pertemanan kami itu adalah kami saling mengingatkan untuk melakukan ibadah masing-masing.


Ketika melewati masa perkuliahan, saya menemui lingkungan yang lebih variatif. Di kampus terdapat berbagai mahasiswa dari berbagai suku di Republik ini. Kampus saya menerima mahasiswa dari setiap provinsi, jadi lengkap sekali dari Sabang sampai Merauke. Mereka semua memiliki cerita dan latar belakang masing-masing. Saya sendiri menjalin pertemanan yang cukup akrab dengan beberapa dari mereka, dan saya sangat menikmati pertemanan saya dengan mereka semua. Buat saya, menjalin hubungan dengan mereka bisa membuat saya berpikir dan memandang dari sisi yang berbeda. Karena bentukan latar belakang yang berbeda membuat pola pikir yang berbeda pula, dan saya menikmati saat-saat bisa bertukar pikiran dengan mereka.

Dan Indonesia dengan berbagai suku, agama dan ras ini akan terlihat dan terasa lebih indah jika masing-masing orang bisa menghargai perbedaan dan memandangnya dari sisi positif. Kalau semua orang sama adanya, maka hidup ini pasti akan terasa lebih hambar dan datar. Karena itu, jadilah satu, bukan menjadi sama.

Tuesday, June 26, 2012

another life


Hari ini, 26 Juni 2012. Jika dia masih ada, maka hari ini aku akan menghubunginya, dan mengatakan: "Selamat ulang tahun yang ke-54, ayah!" Tapi ulang tahunnya yang terakhir adalah yang ke-43 tahun, tepat 11 tahun yang lalu.

Empat hari yang lalu, aku mendapat kabar duka dari seorang adik kelas di kampus, ayahnya meninggal secara tiba-tiba karena sakit yang belum terdeteksi. Karena pernah merasakan hal yang seperti itu, seketika aku turut bersedih. Ayahku juga pergi tiba-tiba, tanpa sakit sama sekali, hanya kecelakaan kecil di lalu lintas, lukanya pun hanya luka kecil di lutut karena terjatuh. Tapi dia malah menghembuskan nafas terakhirnya sejam setelah tiba di rumah sakit.

"Never dreamed that he would be gone from me"

Aku tak pernah menduga hal itu. Aku tak menyangka akan merasakan kehilangan yang begitu mendadak. Aku tak pernah mempersiapkan diriku untuk kejadian yang sangat menyedihkan itu. Seketika ayah yang aku banggakan, yang aku sayangi tak ada lagi bersamaku.

Dalam mimpiku ayah beberapa kali hadir. Dan ketika terbangun aku sungguh senang bisa melihat ayah, walau hanya sebentar di dalam mimpi. Kadang aku berharap dia menghubungiku, menanyai kabarku, lalu berbicara tentang banyak hal. Mungkin soal politik, olahraga, ekonomi, budaya, agama atau mungkin aku mencurahkan isi hatiku kepadanya. Tapi semua itu tidak akan pernah terjadi, kecuali dalam mimpi saja.

"Never planned that one day I'd be losing you"
Jika bisa, aku ingin sekali bisa kembali ke masa saat ayah masih ada. Masa ketika dia dengan sabar mengantar-jemputku ke sekolah & bimbingan belajar, masa ketika bangun tidur di pagi hari aku memeluk ayah di tempat tidur, masa ketika dia menggaruk-garukkan janggut tipis di dagunya ke keningku, masa ketika kami bertengkar soal acara televisi, masa ketika dia memarahiku karena aku malas belajar, masa ketika dia memaksaku makan sayur, semuanya!

Saat ini aku hanya ingin mengatakan, kalau aku sangat menyayangi ayah. Aku berharap bisa terus jadi putri kesayangan & kebanggaannya. Aku bersyukur kepada Tuhan yang memberikan aku ayah yang luar biasa. Walaupun kebersamaan kami hanya 15 tahun 8 bulan, tapi dia telah mengajarkan banyak hal yang berguna untuk hidupku selanjutnya. Ayahku adalah salah satu anugerah terindah dalam hidupku. Ayahku adalah idolaku, aku bangga jadi putrinya.

"and in another life I would be your girl"

Monday, June 25, 2012

Football Euforia

Di posting awal blog ini, gw pernah menulis soal euforia sepak bola. Waktu itu gw nulis pas lagi euforia World Cup 2010. Nah, kali ini gw nulis sebagai efek dari euforia Euro Cup 2012 yg lagi berlangsung di Polandia-Ukraina. Yg bakal gw ceritain sih bukan soal kejadian-kejadian di lapangan pertandingan Euro Cup, tapi soal pengalaman gw waktu nonton pertandingan sepak bola pas event gede.

Pertama kali gw doyan nonton bola itu pas World Cup 1998, pas gw masih kelas 2 SMP. Itu gw ikut-ikutan sama ayah gw bangun tengah malam, masak mie instant, gelar tikar di depan tivi, plus bawa-bawa bantal, demi nonton bola. Untungnya itu pas liburan sekolah, jadi ayah ga ngelarang gw buat ikutan begadang.

Selanjutnya di World Cup 2002. Itu acaranya di Jepang & Korea, jadi perbedaan waktu dengan Indonesia ga banyak. Jadi ga perlu begadang ato bangun tengah malam untuk nonton bola, karena siaran langsungnya sekitar jam 6 sore.

Lalu Euro Cup 2004. Nah, di sini agak berat. Karena pas bgt gw lagi persiapan SPMB. Pilihannya adalah belajar ato nonton bola. Ini pas gw lagi di Bandung pula, cuacanya dingin, enakan tidur. Hahahaha.. jadi gw nonton bolanya curi-curi gitu. Gw belajar sampe larut malem bgt, trus pas tandingnya udah mulai, buku-buku gw singkirin.. Hihihihi..

Lanjut World Cup 2006. Itu pas gw lagi liburan semester, libur panjang selama 2 bulan, jadi gw lagi di Medan. Ngga ada halangannya, kecuali mama yg protes karena gw suka teriak pas gol..hahahaha..

Kemudian Euro Cup 2008. Ini kembali dilema. Pas gw lagi nyusun skripsi bok! Gw kudu ngetik draft sampe lewat tengah malem, trus ngejar-ngejar dosen di pagi hari. Sementara ada pertandingan bola. Waktu itu emang gw menargetkan harus bisa nyelesaiin kuliah pas di pertengahan 2008. Artinya gw kudu seminar & sidang di pertengahan 2008, yang ketika itu tepat sedang berlangsung Euro Cup. Di kamar kost gw emang ga ada tipi. Tapi itu ga menghalangi gw buat nonton bola. Demi nonton bola, gw bawa laptop ke kostan temen, dan gw nonton bola sambil ngetik skripsi di sana. Hahahaha.. Niat bgt ya. Tapi keinginan gw tercapai kok, bisa nonton bola, dan lulus di pertengahan 2008.

Selanjutnya World Cup 2010. Ini gw udah kerja. Tapi pas ada event Jakarta Fair & bos gw nyuruh gw jaga stand di sana, artinya pas acara tanding bola disiarin gw ga bisa nonton, karena ga ada tivi di stand kantor gw. Tapi gw ga kehabisan akal. Pas jamnya tanding bola gw ngeles bilang waktunya gw istirahat, trus gw cari deh tempat nonton bareng yg nyaman (istirahat apaan ya yg lamanya 2x45 menit..hahaha..)

Nah, di Euro Cup 2012 ini ngga ada kejadian spesial kayak sebelumnya. Gw cuma stok cemilan, stel alarm, trus bangun pas jam tayang tiba, selesai lanjut tidur. Soalnya gw nonton sendirian di kamar kost, ga perlu gelar tikar, karena gw tiduran di atas kasur. Tapi yang bikin seru adalah taruhannya. Temen-temen di kantor gw yg sekarang heboh ngajak taruhan untuk tebak skor. Modalnya kecil, jadi buat seru-seruan ngga apa-apalah, klo kalah ya ngga sedih-sedih amat, karena modal dikit, anggap aja biaya maen. Tapi klo bisa menang, duitnya lumayan buat makan+jajan selama 2 hari.. Hahahaha..

Friday, June 22, 2012

Saya Orang Batak

Beberapa waktu belakangan ini, media di Indonesia dipanaskan dengan berita bahwa Malaysia mengklaim tarian Tor-tor yang asli dari Indonesia sebagai budaya miliknya. Tor-tor sendiri adalah tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. Tepatnya, tarian Tor-tor ini adalah milik suku Batak. Jadi sebagai orang Batak, jelas saya agak tersinggung dengan pemberitaan tersebut. Tapi di posting ini saya tidak akan membahas hal tersebut, saya hanya akan bercerita tentang hidup saya sebagai orang Batak.

Saya adalah suku Batak asli, tepatnya subsuku Batak Toba dari Pulau Samosir. Saya lahir di Salak, sebuah kota kecil di Pak-pak Barat (daerah subsuku Batak Pak-pak), dan saya besar di kota Medan. Memang seumur hidup saya hanya beberapa kali mengunjungi Pulau Samosir, yang merupakan tempat kelahiran ayah saya, tapi saya tak pernah lupa akan identitas saya sebagai orang Batak. Jadi sekalipun saya pergi jauh meninggalkan tanah Batak, nilai-nilai kehidupan orang Batak tak pernah saya lupakan.

Hal tersebut adalah karena didikan ayah saya. Saya masih ingat ketika dia memperlihatkan sehelai kertas yg cukup luas di atas meja. Isi kertas itu adalah silsilah orang Batak. Waktu itu ayah menjelaskan kepada saya, terutama pada kakak laki-laki saya, tentang garis keturunan keluarga kami, kami keturunan nomor berapa, dan sebagainya.

Jadi di Sumatera Utara itu ada 3 suku besar, yaitu Melayu, Batak & Nias. Suku Batak terdiri dari 6 subsuku, yaitu Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Angkola & Pak-pak. Setiap subsuku itu punya masing-masing dialek, kain tradisional, baju adat, rumah adat yang berbeda. Pembagian marganya pun berbeda, ada marga yang adalah sama, sehingga keturunannya tidak boleh saling menikahi. Misalnya marga ibu saya adalah Pasaribu, sama dengan marga Malau, Lubis, Sipahutar dan sebagainya. Lalu ada marga yang 'disamakan' dari masing-masing subsuku tersebut. Misalnya, saya bermarga Sinaga, itu sama dengan marga Perangin-angin atau Bangun di Batak Karo.

Soal bahasa, sejujurnya saya tidak terlalu bisa berbahasa Batak. Apalagi ketika saya berada di Jawa Tengah selama 2 tahun, saya benar harus bercampur dengan orang Jawa asli. Tapi saya cukup bisa membedakan bahasa tiap subsuku, dan bisa menangkap maksud pembicaraan orang dalam bahasa Batak. Hal ini juga tidak terlepas dari didikan ayah saya. Ya, walaupun waktu di rumah kami lebih banyak berbahasa Indonesia, tapi ketika kami berkumpul di malam hari, ayah tak lupa mengajarkan bahasa Batak kepada kami, dengan mengartikan lagu-lagu berbahasa Batak ke bahasa Indonesia.

Tentang tarian tradisional, yaitu Tor-tor, saya lebih banyak diajarkan oleh saudara-saudara saya. Saya memang tidak mahir dalam menari Tor-tor, tapi karena sering dipraktekkan, pelan-pelan saya belajar menarikan Tor-tor. Karena orang Batak selalu menarikan Tor-tor ini di semua acara adatnya. Mulai dari pernikahan, syukuran bahkan hingga upacara kematian. Dan tak lupa menggunakan kain tradisional, yaitu Ulos, dengan diiringin musik khas Batak dari Gondang.

Suku Batak membawa sistem patrilineal, dimana keturunan adalah dari pihak laki-laki. Tapi perempuan sangat dihormati dalam adat Batak. Dalam adat Batak, keluarga ibu kita sangat dihormati, begitu juga keluarga nenek, dan keluarga istri. Karena itu perempuan sering disebut 'boru ni raja' yang artinya adalah putri raja. Dan ayah saya sering memanggil saya demikian.

Sebagai penutup, saya tak akan pernah lupa kata-kata ayah saya ini, "Banggalah jadi orang Batak, karena suku Batak adalah suku yang kaya akan adat & budaya, tak ada suku lain di dunia yang seperti suku Batak." Dan dengan ini saya sampaikan, nama saya Sonti boru Sinaga, saya orang Batak Toba asli dan saya bangga jadi orang Batak!

Thursday, May 24, 2012

Sukhoi

Sekitar 2 minggu lalu, terjadi sebuah kecelakaan yang melibatkan pesawat Sukhoi buatan Rusia dengan 45 orang penumpangnya. Sedianya, pesawat yang akan dibeli oleh beberapa maskapai penerbangan lokal tersebut sedang melakukan joy flight dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu, lalu berputar kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma. Namun nahas, ketika melewati Gunung Salak, Bogor, pesawat tersebut jatuh dan menabrak lereng gunung tersebut. Setelah dilakukan evakuasi & pencarian selama sekitar 2 minggu, akhirnya didapati bahwa pesawat tersebut hancur berkeping-keping, dan seluruh penumpangnya meninggal dunia.

Saya cukup mengikuti perkembangan berita kecelakaan ini, baik lewat media online, maupun televisi. Dan saya bisa melihat, bahkan merasakan bagaimana sedihnya keluarga yang ditinggalkan para korban. Kebanyakan saya mengetahui berita tentang kecelakaan tersebut dari media online yang saya akses dari telepon seluler saya. Hanya dengan membaca berita-berita itu saja sudah bisa membuat saya ikut merasakan kesedihan & kehilangan dari keluarga korban. Apalagi jika saya menonton siarannya di televisi atau bahkan melihat secara langsung, mungkin air mata saya akan ikut menetes.

Ya, rasa kehilangan orang kesayangan kita secara tiba-tiba memang sangat menyedihkan dan menyakitkan. Beberapa saat yang lalu dia masih ada di dekat kita, bergurau dengan kita, namun beberapa saat kemudian dia sudah tidak ada, dan kemudian kita menemukan jasadnya terbujur kaku di hadapan kita.

Perasaan antara percaya atau tidak. Merasa seperti sedang berada di alam mimpi dan berharap kita segera terjaga lalu menemukannya kembali di sisi kita. Tapi ketika kita sadar bahwa semuanya nyata, kemudian kita berpikir bagaimana kita akan menjalani hari esok kita tanpa sosoknya. Rasanya ingin mengikutinya saja. Lalu yang bisa kita lakukan hanya terdiam, kemudian menangis sambil memanggil namanya lirih, berharap dia akan mendengar dan segera kembali. Tapi dia benar-benar pergi, tak akan kembali. Hanya kenangannya yang tertinggal.

Kemudian jasadnya terkubur dalam pusara, kegamangan menghampiri. Hati disesaki perasaan hampa. Ingin menyentuh tubuhnya, tapi dia sudah benar-benar tak ada lagi di muka bumi. Lalu kita hanya bisa meratapi kepergiannya. Dan saat inilah yang terberat. Ketika kita mengenang masa-masa bersamanya, mengingat janji-janji, keinginan & mimpi yang belum terpenuhi.

Begitulah rasanya. Saya tahu persis karena saya pernah merasakan sebuah kehilangan yang begitu mendadak. Tak pernah ada yang menduga kepergiannya. Sakit sekali. Hanya Tuhan yang mampu memulihkan rasa sakitnya. Karena Tuhan lebih sayang dengan mereka, maka Dia menjemput mereka kembali. Karena Tuhan ingin menggenapi rencana-Nya lewat kepergian mereka. Dan karena hanya Tuhan penyembuh yang sejati.